Headlines News :
Home » » Biografi Plato

Biografi Plato

Written By Al Bima on Tuesday, August 14, 2012 | 7:21 AM


Plato adalah seorang tokoh dunia, filsuf Yunani klasik yang sangat berpengaruh, Ia murid Socrates, guru dari Aristoteles, seorang penulis produktif, dan pendiri Akademi Athena. Ia adalah pelopor filosof politik Barat dan sekaligus dedengkot pemikiran etika dan metafisika. Pendapat-pendapatnya di bidang ini sudah terbaca luas lebih dari 2300 tahun. Plato, seorang philodorian, kuliah secara intensif di Akademi, dan banyak menulis tentang masalah filsafat. Eksistensinya bertahan melalui tulisan populernya yang dipertahankan dalam berbagai manuskrip, disunting dalam berbagai edisi dan terjemahan. Tulisan Plato berjudul corpus hampir seluruhnya berupa dialog, epigram dan huruf. Plato lahir di Athena sekitar tahun 427 SM, dari keluarga bangsawan cukup terkenal. Ayahnya bernama Ariston dan ibunya Perictione. Nenek moyang Plato, Glaucon, adalah salah satu bangsawan paling terkenal di Athena. Nama asli Plato adalah "Aristocles" yang mendapat julukan Plato, yang berarti pegulat. Julukan ini mungkin berasal dari postur tubuhnya yang cocok menjadi atlet gulat.

Sebagai seorang pemuda Plato memiliki ambisi politik, tetapi ia kecewa terhadap sikap dan perilaku para pemimpin politik di Athena. Dia akhirnya menjadi murid Socrates, belajar filosofi dasar dan gaya dialektis dari perdebatan: mengejar kebenaran melalui pertanyaan, jawaban, dan pertanyaan tambahan. Tahun 399 SM, Socrates diseret ke pengadilan dengan tuduhan tak berdasar yaitu merusak akhlak generasi muda Athena. Socrates dihukum mati. Hal ini membuat plato sangat membenci pemerintahan demokratis. Plato menyaksikan kematian Socrates di tangan demokrasi Athena pada 399 SM. Mungkin takut untuk keamanan sendiri, ia meninggalkan Athena untuk sementara waktu dan melakukan perjalanan ke Italia, Sisilia, dan Mesir.

Pada tahun 387 Plato kembali ke Athena dan mendirikan Akademi, lembaga pendidikan yang sering digambarkan sebagai universitas pertama di Eropa. Sebuah akademi yang berjalan lebih dari 900 tahun yang memperkenalkan kurikulum yang komprehensif, termasuk mata pelajaran seperti astronomi, biologi, matematika, teori politik, dan filsafat. Aristoteles adalah mahasiswa Akademi paling menonjol. Tulisan-tulisan Plato banyak berupa dialog; ide-ide filsafat yang canggih. Pengumpulan karya Plato yang paling awal terdiri 35 dialog dan 13 huruf. Keaslian dari beberapa dialog dan sebagian besar tulisannya hingga kini masih diperdebatkan. Plato menghabiskan sisa umurnya yang empat puluh tahun di Athena, mengajar dan menulis tentang filsafat. Muridnya yang masyhur, Aristoteles, yang jadi murid akademi di umur tujuh belas tahun sedangkan Plato waktu itu sudah menginjak umur enam puluh tahun. Ia meninggal pada sekitar usia 80 di Athena pada 348 atau 347 SM.

Plato menulis tak kurang dari tiga puluh enam buku, kebanyakan menyangkut masalah politik dan etika selain metafisika dan teologi. Karya Plato yang paling terkenal tertuls dalam buku yang berjudul Republik. Buku ini berisi gagasan Plato mengenai pemerintahan yang paling ideal. Menurut Plato pemerintahan yang baik seharusnya dipegang oleh Aristokrat, yaitu seorang pemimpin terbaik terbijak dan orang pilihan dari suatu Negara. Pemilihan pemimpin sebaiknya tidak melalui pemungutan suara, tetapi melalui proses keputusan bersama yang ditetapkan oleh guardian. Guardian sendiri berarti kumpulan para penguasa dan pemimpin masyarakat. Plato mengajarkan bahwa bagi semua orang, baik lelaki atau perempuan seharusnya memiliki hak yang sama untuk menjadi pemimpin, sehingga ia filosof pertama yang mengusulkan persamaan kesempatan tanpa memandang jenis kelamin. Untuk membuktikan persamaan pemberian kesempatannya, Plato menganjurkan agar pertumbuhan dan pendidikan anak-anak dikelola oleh negara. Anak-anak pertama-tama harus memperoleh pendidikan yang layak. Republik terbaca luas selama berabad-abad. Tetapi sistem politik yang dianjurkan didalamnya belum pernah dipraktekkan sebagai model pemerintahan di Negara manapun. Selama masa antara jaman Plato hingga kini, umumnya negara-negara Eropa menganut sistem kerajaan. Di abad-abad belakangan ini beberapa negara menganut bentuk pemerintah demokratis. Ada juga yang menganut sistem pemerintahan militer, atau di bawah tiran totaliterisme seperti Hitler dan Mussolini. Tak satu pun pemerintahan-pemerintahan ini punya kemiripan dengan republik ideal Plato. Teori Plato tak pernah jadi anutan partai politik mana pun, atau jadi basis gerakan politik seperti halnya terjadi pada ajaran-ajaran Karl Marx.
Share this post :

Post a Comment

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Membaca & Berbagi - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger